August 20, 2008

Hidup Bersama Romusha Mati

Namanya Haji Sukaedji, 73 tahun. Dia penduduk asli Bayah. Ia mengenal para Romusha ketika berusia 7 tahun. Waktu itu, Sukaedji selalu diajak bapaknya, Haji Emok Mukandar mencari mayat Romusha. Ya…mayat yang bisa ditemukan dimana saja. Di lubang penambangan, di jalur kereta atau di tengah jalan.

Keep reading →

August 15, 2008

Romusha Tersisa

Dari kota Bayah, mari kita bergerak ke arah selatan. Yang kita tuju adalah Desa Sawarna. Kalau mengikuti petunjuk di depan terminal, arahnya menuju Pelabuhan Ratu.

Sepanjang jalan bisa kita saksikan deburan ombak yang menghantam karang. Kita juga melewati Pantai Taraje. Penduduk menyebut Taraje karena bentuk karang berundak, menyerupai tangga yang dalam bahasa Sunda sama dengan taraje.

Katanya pantai Taraje ini rame lho kalau malem…Itu katanya….hehehe…

Keep reading →

August 14, 2008

Romusha Berpijak di Bumi Tetangga

+ “Masih tentang saya nih……?

- “Ya..iyalah. Mbah kan masih banyak ceritanya, misalnya kenapa Mbah gak pulang ke Purworejo setelah merdeka, gimana cerita keluarga dan lain-lain

+ O..gitu

- Iya Mbah, kita mulai saja waktu Mbah dipaksa ke Bayah.

Keep reading →

August 1, 2008

Romusha

Kalau mau ngomong keras aja ya, maklum aja….”

Pendengarannya memang sudah tidak berfungsi sempurna. Ingatannya pun memudar. Dia hanya menggelengkan kepala ketika ditanya usianya. Parino –dalam Kartu Tanda Penduduk seumur hidup– lahir di Purworejo, 1 Februari 1917. Sementara data Romusha Kecamatan Bayah, mencatat nama Amat Parino kelahiran 1924 di tempat sama.

Ini hanya sedikit kisah peluangan saya ke Bayah, Kabupaten Lebak, Banten Selatan, Sabtu-Minggu (26-27 Juli 2008)….

Keep reading →

July 17, 2008

Natsir : Beberapa Kenangan

Belasan tahun berpulang, Natsir masih dikenang secara khusus dalam ingatan banyak orang. Berikut ini beberapa petikan pengalaman sejumlah tokoh yang mengenal Natsir secara pribadi.

Keep reading →

July 17, 2008

Natsir : Semua Bermula di Jalan Lengkong

Natsir menggagas lahirnya perguruan tinggi swasta Islam di Indonesia. Memadukan pendidikan Barat dan Timur.

Keep reading →

July 17, 2008

Natsir : Aba, Cahaya Keluarga

Demokratis dalam mendidik anak-anak, Natsir selalu menyampaikan pesan-pesannya dengan tersirat.

Keep reading →

July 17, 2008

Natsir : Generator Lapangan Dakwah

Setelah Soekarno melarang Masyumi dan Soeharto menolak memulihkannya, Natsir mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Giat bersuara antisekularisasi.

Keep reading →

July 17, 2008

Natsir : Berpetisi tanpa Caci Maki

Suara kritis Natsir tak lekang oleh usia tua. Aktivitasnya di Petisi 50 menunjukkan ia demokrat sejati.

Keep reading →

July 17, 2008

Natsir : Kolom Anwar Ibrahim*

Natsir, Politikus Intelektual

PERTEMUAN pertama dengan Pak Natsir adalah juga introduksi saya secara intim dengan Indonesia. Perkenalan itu terjadi pada 1967, ketika hubungan diplomatik di antara kedua negara—Indonesia dan Malaysia—pulih setelah mengalami konfrontasi. Sebelum pertemuan itu, saya hanya menghidu Indonesia dari sedikit pengetahuan sejarah melalui novel-novel Abdoel Moeis, Marah Roesli, Hamka, dan lain-lain.

Keep reading →